How to Train Your Dragon

How to Train Your Dragon adalah sebuah film animasi yang diangkat dari sebuah novel terbitan tahun 2003. Meski ini adalah sebuah film animasi, pesan yang disampaikan cukup bagus. Ide cerita dan alur yang sederhana membuat film ini mempunyai pangsa pasar yang luas,baik anak - anak maupun orang dewasa.
Film ini bercerita tentang kehidupan masyarakat viking yang harus mampu memburu dan membantai naga yang selalu membuat kerusakan dan meresahkan masyarakat. Namun sayangnya, Hiccup berbeda dengan masyarakat viking lainnya. Dia bukanlah seorang petarung, malah justru dia adalah anak yang sedikit ceroboh. Meski dia punya keinginan keras untuk turut serta dalam pertarungan, tapi takdir tidak berpihak padanya.
Masalah timbul karena Hiccup adalah anak kepala suku yang diharapakan bisa menjadi seorang pejuang Viking yang tangguh sehingga suatu saat nanti dapat menggantikannya menjadi seorang kepala suku yang disegani masyarakatnya. Tak ada pilihan lain selain mengikutkan Hiccup ke dalam acara pelatihan naga agar Hiccup dapat hidup selayaknya lelaki Viking.
Namun, Hiccup adalah Hiccup seorang anak muda yang memiliki rasa belas kasihan yang besar, saat dia bertemu naga yang tengah terluka dan terjebak dalam jaring - jaring di hutan, dia malah membantu naga itu untuk bangkit dan melepaskan ikatannya. Dari sinilah persahabatan Hiccup dan naga itu dimulai.
Setelah bersahabat dengan naga yang diberi nama Toothless, dia menjadi tahu tentang segala hal yang berhubungan naga. Dia mengetahui apa yang dibenci naga, apa kelemahan naga, dll. Hal ini digunakannya untuk menghadapai naga - naga saat pelatihan pertarungan naga. Dia Akhirnya dia menjadi tenar di kalangan masyarakat Viking karena berhasil menaklukkan naga - naga di pelatihan pertarungan naga. Dan ayahnya pun menjadi bangga padanya. Bagaimana petualangan hiccup selanjutnya silakan tonton di 21 atau XXI terdekat.
Hiccup, berbeda dengan teman - teman lainnya yang sibuk dengan segala perlengkapan perang, dia justru menggunakan cara - cara unik untuk menaklukkan para naga. Dia menggunakan hal - hal yang telah dipelajarinya dari sahabat naganya, Toothless. Dari sini dapat kita ambil suatu pelajaran bahwa kadang kala dalam menghadi suatu permasalahan jangan hanya melihatnya dari luar. Justru kita perlu mempelajari cukup dalam untuk mengetahui seluk beluk permasalahn itu. Siapa tahu justru hal itu bukanlah sebuah masalah tetapi sebuah hal indah dan menyenangkan.
Selain itu, film ini juga menyampaikan sebuah pesan untuk berani melakukan hal baru seperti yang dilakukan oleh Hiccup. Dalam film ini 'hal baru' itu dilambangkan dengan naga yang buat bangsa viking di masa itu adalah sesuatu yang belum dipahami dan karena itu jadi sesuatu yang menakutkan. Hiccup adalah lambang generasi muda yang lebih berani mencoba sesuatu yang baru walaupun resikonya belum diketahui dengan benar.
Kelebihan lain dari film ini adalah mengenai animasi 3Dnya. Sebagai saran, lebih baik menonton film ini di XXI yang menyediakan layanan 3D karena efeknya akan jauh lebih terasa.
13:13
|
Label:
how to train your dragon,
nonton,
review film
|
Daftar Blog Saya
-
Happy Birthday Samodro Bagus \(^•^)/8 jam yang lalu
-
Implementasi Histogram Equalization5 bulan yang lalu
-
Membuat Read More pada Blogspot1 tahun yang lalu
-
Sumbangan Medali Anak Negeri di Olimpiade Sains Internasional2 tahun yang lalu
-
Taman Safari Indonesia II2 tahun yang lalu
Mengenai Saya
Arsip Blog
-
▼
2010
(33)
-
►
Februari
(14)
- Pola Pikir si Kaya vs si Miskin
- Terapi untuk Si Pelupa
- Sinopsis Drama korea, STYLE
- The Great of Susan Boyle, Umur Senja bukan Halanga...
- Tips - tips sukses wawancara
- Tips meraih kesuksesan by Danang Ambar Prabowo, "s...
- Perlu Satu Langkah ke Belakang untuk Lompat Lebih ...
- Tips - tips untuk menuju suatu prestasi by Ir. Dan...
- Jakarta Jazz Festival 2010
- Konser TRIVIUM
- Robot astronot, duet antara NASA dan GM
- Wanita itu Emang Istimewa
- Perjalanan Alvin Idola Cilik 3
- Sinopsis Shinning inheritance a.k.a Brilliant Lega...
-
►
Februari
(14)
-
►
2009
(12)
-
►
November
(8)
- Pembagian Daging Qurban Idul Adha, kita atau merek...
- Herannn,,siapa sih lebih butuh aturan lalu lintas....
- InTegar, In the Name of Love
- Dampak Industri Terhadap Lingkungan
- Awas Bahaya Ramalan!!!
- Ramalan Juan Paul Valdez - tentang Indonesia
- Bila Aku Jatuh Cinta
- Apakah Kemampuan Komunikasi Juga Dibutuhkan Bagi L...
-
►
November
(8)

0 komentar:
Poskan Komentar