Jab Tak Hai Jaan, Film India Baru di Blitz
Balik ke Jab Tak Hai Jaan. Awal film ini berkisah tentang seorang penjinak bom, Samar (Sharukh Khan), yang tidak pernah menggunakan pengaman. Kalau si Harry Potter mendapat julukan "the boy who lived" maka Samar dijuluki sebagai "The man who can not die". Sampai akhirnya pada saat sedang istirahat dia bertemu dengan seorang gadis remaja, Akira Rai, yang menemukan buku hariannya. Akira sangat tergila-gila dengan kisah yang ada dibuku harian Samar dan pada akhir, bisa ditebak, kalau dia juga tergila-gila dengan samar.
17.36 | Label: Anushka Sharma, Blitz Megaplex, Bollywood, Jab Tak Hai Jaan, Katrina Kaif, review film, Sharukh Khan | 1 Comments
Laskar Pemimpi, Film Kocak tapi Bukan Ecek-ecek

Laskar Pemimpi, sebuah film yang dibitangi oleh Grup musik project pop, Gading Martin, Mas Ayu, Shanty, dll. Film ini bercerita tentang keadaan Indonesia di tahun 1948, di mana Belanda melanggar perjanjiannya dan menyerang Indonesia kembali.
Cerita berawal dari sebuah pemberontakan oleh kernil Belanda di daerah Pandjen. Sri Mulyani(Tika pangabean) tidak teriman karena bapaknya tiba-tiba diculik oleh pasukan Knil. Kemudian dia bertekad untuk menyelamatkan bapaknya dengan bergabung di Laskar Hadi. Bukan hanya dia, Udjo yang notabennya dari keluarga ningrat pun ikut bergabung demi cintanya kepada Wiwid (Shanty). Selain itu juga ada Ahok (Odie), Tumino (Gugum),dan Koprak Jono (dwi Sasono) yang bergabung dalam Laskar Hadi yang dipimpin Hadi Sugito (Gading Martin).
Bukan hanya bapaknya Sri saja yang diculik, wiwid dan Yayuk (Masayu) juga diculik. Hal inilah yang membuat Udjo dan Jono sangat berantusias melakukan pemberontakan. Namun, mereka merasa kapten Hadi terlalu lamban dan tidak tegas. Akhirnya mereka memutuskan untuk kabur dan melakukan pemberontakan sendiri. Dibantu dengan Toar (Yosi) yang agak rabun matanya dan juga Once (Oon), tentara Knil yang berhasil disandera, mereka mencari markas besar Knil Belanda.
Meski film ini dibalut musikal dan komedi, tapi tidak menghilangkan makna yang tersirat dari film ini. Pada akhir cerita Pasukan khusus dari Pandjen itu berhasil melakukan perlawanan terhadap Belanda. namun, tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya pasukan khusus dari Pandjen itu.
Itulah realita yang sebenarnya. Banyak pahlawan yang terlibat dalam kemerdekaan RI namun hanya sedikit namanya yang tercantuk dalam lembar emas kepahlawanan. banyak yang gugur tanpa tanda jasa bahkan mungkin tidak pernah dikenal namanya.
19.03 | Label: laskar pemimpi, pahlawan, project pop, review film | 0 Comments
Killer, Dapat Suami Super ganteng tapi Pembunuh

Kisah ini berawal dari Jen Kornfeldt (Katherine Heigl) yang terpaksa ikut liburan bersama orang tuanya untuk mengobati patah hatinya. Jen yang sudah mati rasa dan merasa tidak akan pernah jatuh cinta lagi, bertemu dengan Spencer Aimes (Ashton Kutcher) yang gagah dan tampan. Perjalanan cinta mereka pun mulus hingga akhirnya sampai tahap pernikahan. Namun, Jen tidak begitu banyak tahu tentang profesi spancer yang merupakan seorang pembunuh bayaran.
Masalah muncul setelah tiga tahun pernikahan mereka. Kala itu, tiba - tiba ada satu agen mata - mata yang ditugaskan untuk mengawasi Spancer. Spancer yang sebenarnya ingin menghapus masa lalunya dan memulai hidup baru dengan Jen, harus dihadapkan pada situasi yang sulit. Terlebih lagi, mau tak mau dia juga harus melibatkan istrinya ke dalam masalah ini.Jen yang kebingungan, mau tak mau juga harus ikut terlibat dalam duel sengit antara Spancer dan agen - agen rahasia dari companynya terdahulu. Mau tak mau juga dia harus berurusan dengan orang mati, berdarah, pistol dan barang - barang mengerikan lainnya yang sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Jen.
Genre dari film ini adalah action, komedi, dan romantis. di sini kita tidak hanya disugui action - action saja, tetapi juga komedi dan kisah romantis antara Spancer dan Jen. Selain itu di sini kita juga bisa melihat kegantengan si Ashton Kutcher.
Hal yang bisa diambil dari film ini adalah untuk memutuskan suatu hubungan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu pernikahan tentu tidak boleh main - main. Kita harus benar - benar mengenal siapa pasangan kita. Jangan hanya dilihat dari fisik saja. Anda tidak mau kan jika ternyata suami anda yang tampan dan gagah serta sangat Anda cintai ternyata adalah seorang pembunuh bayaran :)
22.24 | Label: ashton kutcher, five killers, jen Kornfeldt, killers, review film | 0 Comments
Alangkah Lucunya Negeri Ini - Copet in Action

Satu lagi film garapan Deddy Mizwar yang wajib kita tonton karena selain ada unsur pendidikannya, film ini juga dibalut dengan komedi. Film ini Dibintangi oleh sejumlah artis seperti Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, dan Rina Hasyim.
Pentingnya pendidikan menjadi sebuah perdebatan dalam film ini. Pasalnya buluk yang merupakan tamatan S1 Sarjana Manajemen, sampai sekarang masih terlunta - lunta dalam mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, banyak orang yang telah sukses membuka suatu usaha padahal dia hanya tamatan SMA bahkan SMP. Koran demi koran telah ia baca, perusahan demi perusahan telah ia datangi. Tapi, pekerjaan yang ia inginpun belum satu pun didapatkannya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Komet, salah satu tukang copet yang membawanya ke dunia copet. Di sinilah ia mengenal tentang anak - anak pencopet, anak - anak liar yang sama sekali tidak tau tentang pendidikan. Anak - anak yang hanya tahu dan mengenal tentang ketrampilan copet.
Setelah bertemu dengan bosnya, Jarot, ia menawarkan suatu kerjasama untuk mengelola keuangan dan mendidikan mereka semua dengan imbalan 10% dari hasil mencopet. Muluk pun berhasil menyakinkan Jarot dan dibantu dengan dua rekannya yang sarjana, Muluk mulai mengajarkan tentang ilmu agama, budi pekerti, dan pancasila. Mereka juga memiliki keinginan untuk merubah profesi para tukang copet itu ke arah yang lebih baik.
Film yang bercerita tentang kehidupan nyata (dunia copet) ini disuguhkan senyata mungkin dengan balutan komedi. Di film ini, kita bisa melihat kehidupan lain di luar sana yang mungkin belum pernah terbayangkan. Banyak hal yang bisa diperoleh untuk bahan instropeksi diri dalam film ini sehingga tidak heran jika film yang mengangkat tentang permasalahan di negeri ini seperti anak-anak telantar, penyandang cacat, dan kekerasan mendapat pujian dari Menteri Sosial, Salim Segaf al Jufri.
Satu lagi yang membuat film ini menarik adalah akhir ceritanya yang sangat tidak terduga. Pada akhir cerita pun dibuat senyata mungkin dan hal ini tentu berbeda dengan film - film drama pada umumnya
05.45 | Label: alangkah lucunya negeri ini, deddy mizwar, nonton, pencopet, review film, reza rahardia, tio pakusadewo | 0 Comments
How to Train Your Dragon

How to Train Your Dragon adalah sebuah film animasi yang diangkat dari sebuah novel terbitan tahun 2003. Meski ini adalah sebuah film animasi, pesan yang disampaikan cukup bagus. Ide cerita dan alur yang sederhana membuat film ini mempunyai pangsa pasar yang luas,baik anak - anak maupun orang dewasa.
Film ini bercerita tentang kehidupan masyarakat viking yang harus mampu memburu dan membantai naga yang selalu membuat kerusakan dan meresahkan masyarakat. Namun sayangnya, Hiccup berbeda dengan masyarakat viking lainnya. Dia bukanlah seorang petarung, malah justru dia adalah anak yang sedikit ceroboh. Meski dia punya keinginan keras untuk turut serta dalam pertarungan, tapi takdir tidak berpihak padanya.
Masalah timbul karena Hiccup adalah anak kepala suku yang diharapakan bisa menjadi seorang pejuang Viking yang tangguh sehingga suatu saat nanti dapat menggantikannya menjadi seorang kepala suku yang disegani masyarakatnya. Tak ada pilihan lain selain mengikutkan Hiccup ke dalam acara pelatihan naga agar Hiccup dapat hidup selayaknya lelaki Viking.
Namun, Hiccup adalah Hiccup seorang anak muda yang memiliki rasa belas kasihan yang besar, saat dia bertemu naga yang tengah terluka dan terjebak dalam jaring - jaring di hutan, dia malah membantu naga itu untuk bangkit dan melepaskan ikatannya. Dari sinilah persahabatan Hiccup dan naga itu dimulai.
Setelah bersahabat dengan naga yang diberi nama Toothless, dia menjadi tahu tentang segala hal yang berhubungan naga. Dia mengetahui apa yang dibenci naga, apa kelemahan naga, dll. Hal ini digunakannya untuk menghadapai naga - naga saat pelatihan pertarungan naga. Dia Akhirnya dia menjadi tenar di kalangan masyarakat Viking karena berhasil menaklukkan naga - naga di pelatihan pertarungan naga. Dan ayahnya pun menjadi bangga padanya. Bagaimana petualangan hiccup selanjutnya silakan tonton di 21 atau XXI terdekat.
Hiccup, berbeda dengan teman - teman lainnya yang sibuk dengan segala perlengkapan perang, dia justru menggunakan cara - cara unik untuk menaklukkan para naga. Dia menggunakan hal - hal yang telah dipelajarinya dari sahabat naganya, Toothless. Dari sini dapat kita ambil suatu pelajaran bahwa kadang kala dalam menghadi suatu permasalahan jangan hanya melihatnya dari luar. Justru kita perlu mempelajari cukup dalam untuk mengetahui seluk beluk permasalahn itu. Siapa tahu justru hal itu bukanlah sebuah masalah tetapi sebuah hal indah dan menyenangkan.
Selain itu, film ini juga menyampaikan sebuah pesan untuk berani melakukan hal baru seperti yang dilakukan oleh Hiccup. Dalam film ini 'hal baru' itu dilambangkan dengan naga yang buat bangsa viking di masa itu adalah sesuatu yang belum dipahami dan karena itu jadi sesuatu yang menakutkan. Hiccup adalah lambang generasi muda yang lebih berani mencoba sesuatu yang baru walaupun resikonya belum diketahui dengan benar.
Kelebihan lain dari film ini adalah mengenai animasi 3Dnya. Sebagai saran, lebih baik menonton film ini di XXI yang menyediakan layanan 3D karena efeknya akan jauh lebih terasa.
13.13 | Label: how to train your dragon, nonton, review film | 0 Comments
Daftar Blog Saya
-
First Timer, Finally Europe!!!!10 tahun yang lalu
-
Cara Mudah Membuat Situs Blog13 tahun yang lalu
-
Ini lo Admin LP, selalu bersenang-senang. .:)14 tahun yang lalu
-
Implementasi Histogram Equalization15 tahun yang lalu
-

